Pemprov Sumbar Jelaskan Mengenai Aksi Lifter Sandra Kumpulkan Receh

Pemprov Sumbar Jelaskan Mengenai Aksi Lifter Sandra Kumpulkan Receh

Sandra Diana Sari merupakan salah satu atlet angkat berat kebanggaan Indonesia, yang baru-baru ini namanya santer terdengar di media sosial. Bukan karena prestasinya, melainkan karena aksinya yang turun ke jalan untuk meminta sumbangan. Sambil membawa kardus, Sandra meminta bantuan dari para pengguna salah satu ruas jalan Kota Padang, Sumatera Barat. Dilihat dari foto yang tersebar di jejaring sosial, nampak Sandra sedang membawa kardus berwarna putih, yang bagian depannya bertuliskan “Penggalangan Recehan Untuk Sandra Juara Asia”.

 

Pemprov Sumbar Jelaskan Perihal Aksi Sandra

Akibat aksinya tersebut dan ramai diperbincangkan orang, Kabidbinpres Pemprov, Thomas Gomez turut angkat bicara. Thomas menyayangkan sikap Sandra yang mengumpulkan receh di jalan. Thomas mengungkapkan, kejadian tersebut bermula dari seleksi nasional yang diadakan pada bulan Februari sampai Maret untuk Kejuaraan Asia, Mei 2017 di Bandung. Ketika itu, Sandra lolos dan semua biaya akomodasi telah dibebankan pada PB PABBSI senilai Rp 2,5 juta sebulan.

 

Setelah sampai di Bandung, ternyata Sandra kembali berhubungan dengan PABBSI Pemprov Sumbar. Disebutkan kalau, Sandra meminta tambahan uang untuk biaya transportasi. Kemudian, setelah dana togel dikirim sebesar Rp 1,5 juta, atlet angkat berat tersebut mendapatkan medali emas di kejuaraan itu, kemudian menuju ke KONI Sumbar. Sandra kembali meminta uang untuk persiapan ke Kejuaraan Nasional di Medan. Pertandingan itu akan digelar pada Oktober mendatang.

 

Sandra Akan Dipanggil Terkait Aksinya

Thomas menuturkan, “Jadi pas pulang, langsung minta duit ke KONI. KONI kan tidak bisa langsung mengeluarkan uang seperti itu. Dia harus koordinasi dengan Pemprov dulu. Bantuan ada Cuma kan butuh proses. Lagipula kami juga belum tahu apakah dia dikirim ke Kejurnas atau tidak, karena kami pun belum ada seleksi.”

 

Seperti yang diketahui, Sandra berada di kelas 52 kg junior pada Kejuaraan Asia di Bandung. Pada pertandingan itu pesertanya ada dua. Sedangkan atlet lain adalah peserta dari India. Sandra merupakan atlet yang kompeten, karena dia berhasil duduk di posisi ke empat di Pekan Olahraga Nasional.

 

Selain itu, Thomas menjelaskan kalau Sandra merupakan atlet yang baik, karenanya dia berpikir Sandra sudah terkena hasutan oleh oknum dari klubnya, Family Barbel Club.

“Dia ini sebenarnya dimanfaatkan oleh Ketua Family Barbel Klub, Yal Aziz. Yal sendiri sebelumnya dikecewakan KONI Sumbar. Dia dianggap mau jadi pengurus KONI. Dijanjikan mungkin tidak, jadi tujuan dia dan bukan PABBSI tapi KONI Sumbanya. Yang menganjurkan mengemis pun mungkin dari pihak klub,” tambah Thomas.

 

“Kami sendiri juga sudah mengkonfirmasi kepada pihak Aziz, tapi selama ini beliau tidak mau angkat telepon. Mungkin karena dia sudah tahu barangkali,” tuturnya

 

Thomas juga menambahkan, kalau dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan kepada Sandra untuk menanyakan dan dimintai keterangan, karena aksi yang dilakukannya itu.

“Karena ketua PABBSI Sumbar sedang umroh, kemungkinan awal Juni baru bisa hearing dengan Sandra.”

“Sanksi ya pasti ada karena ini memalukan. Memalukan bagi PABBSI Sumbar, KONI Sumbar, dan PB. Kita atlet bukan mental pengemis tapi juara. Kemungkinan sanksi administrative tapi tergantung hasil hearingnya. Apa maksud dan tujuannya dia,” tutupnya.

 

Saat ditanya perihal aksinya tersebut, Sandra menjelaskan “Waktu pergi ke seleknas sampai bulan Mei tidak ada bantuan sama sekali dari KONI Sumbar. Padahal saya sudah mengajukan tapi tidak ada tanggapan. Ongkos juga tidak dikasih, semuanya pakai biaya sendiri. Saya tidak dibiayai dari Maret sampai Mei. Sampai pulang kejuaraan juga begitu. Sempat ke KONI tapi Cuma salam doang, tidak ada bantuan.”